Haruskah Tri Dharma dihapuskan dari pendidikan tinggi di Indonesia karena mewarisi beban kerja yg buruk & tidak efektif ? Dosen pengajar fokus pada pendidikan saja, soal penelitian & pengabdian masyarakat dibebankan kpd “Pekerja Akademisi” yg lain?
Saya menemukan dosen yang kaya akan tulisan riset di profil tetapi tugas yang diberikan tidak masuk akal untuk mahasiswa. Cuman S1 disuruh menulis riset setara SINTA 2! Pikirku dosen seperti itu cuman setor nama sehingga reputasi naik. Benarkah?
Apakah ketika libur semester dosen masih menerima bimbingan skripsi?
PNS itu waktu pulangnya jam berapa ya, kok jam 15:30 wib sore sudah pada pulang ya?
Jika pada akhirnya harus kerja kenapa harus sekolah / kuliah ?
Apakah orang yang pede akan kelihatan hebat?
Apakah mahasiswa yg sudah DO tidak menyelesaikan skripsi bisa melanjutkan ke kampus lain ?
Apakah seorang dosen harus menjadi profesor?
Apa opini tidak populermu tentang dosen?
Mengapa dosen yang mempunyai jabatan di kampus dihindari jadi dosen pembimbing oleh mahasiswa?